Blog

  • Polresta Bogor Kota Salurkan Bantuan Semen untuk Masjid Al Istiqomah Paledang

    Kota Bogor – Polresta Bogor Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan melalui penyaluran bantuan sosial. Pada kesempatan ini, Polresta Bogor Kota memberikan bantuan berupa semen kepada Masjid Al Istiqomah yang berlokasi di Jalan Paledang, Kota Bogor.

    Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian Polresta Bogor Kota terhadap upaya peningkatan sarana dan prasarana ibadah yang digunakan masyarakat. Selain mempererat hubungan antara kepolisian dan warga, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu memperlancar proses pembangunan dan perbaikan fasilitas masjid.

    Pihak pengurus Masjid Al Istiqomah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan Polresta Bogor Kota. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga harmoni serta meningkatkan kenyamanan tempat ibadah.

    Polresta Bogor Kota berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di berbagai wilayah Kota Bogor.

  • Raimas Polresta Bogor Kota Amankan 10 Remaja Diduga Akan Tawuran di Jalan Mawar Merdeka

    Kota Bogor – Anggota Raimas Polresta Bogor Kota mengamankan sekelompok remaja berjumlah sepuluh orang yang diduga akan melakukan aksi tawuran di Jalan Mawar Merdeka. Penindakan cepat ini berawal dari patroli rutin yang dilakukan petugas guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah senjata tajam yang dibawa para remaja tersebut. Barang bukti kemudian disita untuk menghindari potensi tindakan kriminal yang dapat membahayakan masyarakat.

    Seluruh remaja beserta barang bukti selanjutnya diamankan dan dibawa ke Polsek Bogor Barat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Langkah cepat dan tegas ini merupakan wujud komitmen Polresta Bogor Kota dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kota Bogor.

    Polresta Bogor Kota mengimbau para orang tua dan masyarakat untuk terus mengawasi kegiatan remaja serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika melihat potensi terjadinya aksi tawuran atau tindak kriminal lainnya.

  • Polresta Bogor Kota Gerak Cepat Tangani Aduan Warga Hilang, Ibu Hadijah Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

    Kota Bogor – Polresta Bogor Kota menerima aduan dari masyarakat terkait hilangnya seorang warga Kelurahan Ciluar bernama Ibu Hadijah, yang dilaporkan tidak kembali ke rumah setelah keluar pada Selasa, 18 November 2025 sekitar pukul 15.00 WIB. Pihak keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut karena keberadaan yang bersangkutan belum diketahui hingga keesokan harinya.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Polresta Bogor Kota segera melakukan koordinasi dan upaya pencarian di sejumlah lokasi yang kemungkinan dilalui oleh Ibu Hadijah. Upaya tersebut juga melibatkan informasi dari masyarakat sekitar.

    Pada Rabu, 19 November 2025, Polresta Bogor Kota akhirnya memperoleh kabar bahwa Ibu Hadijah telah ditemukan dan diamankan oleh warga dalam keadaan sehat wal’afiat. Yang bersangkutan ditemukan di Jl. Batutulis MP Sidiq, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan.

    Bhabinkamtibmas Kelurahan Ciluar, Aiptu Maulana Mustika, menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang telah membantu menemukan sekaligus merawat Ibu Hadijah sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga.

    Polresta Bogor Kota mengapresiasi kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam proses pencarian ini. Sinergi dan kerja sama antara kepolisian dan warga menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman, cepat tanggap, dan kondusif di Kota Bogor.

  • Dalam Ops Zebra 2025, Satlantas Polresta Bogor Kota Tindak Pengendara Melawan Arus di Jalur Batutulis

    Kota Bogor – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Zebra 2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota melakukan penindakan terhadap sejumlah pengendara yang kedapatan melawan arus di jalur Batutulis, Kota Bogor. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mencegah potensi kecelakaan yang kerap terjadi akibat pelanggaran tersebut.

    Petugas Satlantas yang melakukan pengawasan di lokasi mendapati beberapa pengendara roda dua yang nekat mengambil jalur berlawanan arah untuk mempersingkat waktu tempuh. Para pelanggar kemudian dihentikan dan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku dalam Ops Zebra 2025.

    Kasat Lantas Polresta Bogor Kota menyampaikan bahwa pelanggaran melawan arus termasuk pelanggaran yang berpotensi tinggi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, jajarannya akan terus melakukan pengawasan ketat di titik-titik rawan pelanggaran guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar selama pelaksanaan Operasi Zebra 2025.

    Satlantas Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat untuk semakin patuh pada aturan lalu lintas dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

  • Kunjungi Lapas Wanita Sukamiskin Bandung, Ny. Diana Borong Kue Hasil Karya Warga Binaan

    Kunjungi Lapas Wanita Sukamiskin Bandung, Ny. Diana Borong Kue Hasil Karya Warga Binaan

    Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Ny. Diana Rudi Setiawan, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II Sukamiskin, Kota Bandung, Kamis (20/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi rombongan Djeng Pesat Gatra (PG) ‘93 untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial sekaligus meninjau program pemberdayaan perempuan di lingkungan lapas.

    Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan sosial berupa 100 paket bahan pokok dan perlengkapan dasar untuk warga binaan. Menurut Ny. Diana, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari kepada para perempuan yang sedang menjalani proses pembinaan.

    “Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat menjadi pengingat bahwa setiap perempuan berhak merasakan kepedulian, kehangatan, dan perhatian dari sesama,” ujarnya.

    Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan upaya nyata Bhayangkari dalam memberikan dukungan moral dan psikososial bagi warga binaan. Melalui rangkaian pelatihan serta pembinaan kreatif yang tersedia di lapas, ia berharap para perempuan yang sedang menjalani masa hukuman tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.

    “Sesuai dengan tema kegiatan hari ini, yaitu mewujudkan harapan baru dan pemberdayaan diri, kami ingin memastikan bahwa setiap perempuan memiliki peluang untuk memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Ny. Diana. Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus yang terus diperjuangkan Bhayangkari.

    Ny. Diana juga menilai bahwa pembinaan yang diberikan di Lapas Wanita Sukamiskin merupakan wujud komitmen pemerintah dan pengelola lapas dalam memberi ruang bagi warga binaan untuk berkembang. Menurut dia, ketika diberi kesempatan dan dukungan, warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat.

    “Harapannya, setelah bebas nanti, warga binaan mampu menciptakan perubahan positif, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

    Usai menyerahkan bantuan, Ny. Diana dan rombongan meninjau sejumlah ruang pelatihan dan kegiatan warga binaan. Mereka mengunjungi pos kerja perca-sulam-rajut, pos kerja bakery, salon, hingga ruang seni lukis. Di setiap titik, rombongan melihat langsung proses kreatif yang dilakukan warga binaan.

    Beragam hasil karya, mulai dari tas, taplak meja, sarung bantal, hingga produk UMKM lain dipamerkan kepada rombongan. Ny. Diana terlihat beberapa kali memberikan pujian atas kerapian dan kreativitas produk yang dihasilkan warga binaan. Menurutnya, keterampilan seperti ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka setelah kembali ke masyarakat.

    Tidak hanya melihat produk kerajinan, rombongan turut mencicipi sejumlah makanan hasil pelatihan tata boga. Salah satu yang menarik perhatian adalah kue tape buatan PD (28), warga binaan kasus narkoba yang telah mengikuti pelatihan tata boga selama empat bulan terakhir.

    Kue tape tersebut bahkan diborong oleh Ny. Diana sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras PD. Menurut pengakuan PD, ia kini mampu memproduksi 50 hingga 150 kue tape per hari sebagai bagian dari kegiatan pembinaan.

    “Merasa senang dan bangga, ternyata baru beberapa bulan belajar sudah dipuji enak dan mendapat banyak ilmu,” ujar PD yang tampak terharu saat mendengar penilaian tersebut.

    PD mengungkapkan bahwa ia berencana membuka usaha kue setelah bebas. Saat ini, ia bahkan sudah mulai menjual produknya secara daring melalui media sosial.

    “Rencananya nanti mau buat usaha toko kue biar bisa hidup lebih baik. Sekarang juga sudah bantu usaha mama, King Mozarella, yang sudah ada di TikTok dan Grab,” katanya.

    Melalui kunjungan ini, Ny. Diana berharap motivasi dan semangat warga binaan terus tumbuh. Ia menegaskan bahwa setiap perempuan memiliki potensi yang layak dihargai serta kesempatan untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

    Bandung 20 Nopember 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Usai Operasi Antik, Polda Jabar Serukan Peran Pemda dan Ulama untuk Pembinaan Sosial Pelaku Narkotika

    Usai Operasi Antik, Polda Jabar Serukan Peran Pemda dan Ulama untuk Pembinaan Sosial Pelaku Narkotika

    Bersamaan dengan penutupan Operasi Antik Lodaya 2025 yang berhasil mengamankan 372 tersangka narkotika, Polda Jawa Barat menyampaikan pesan penting mengenai tanggung jawab sosial terhadap para pelaku tindak pidana narkotika. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menekankan bahwa setelah menjalani hukuman, para pelaku membutuhkan bantuan dan arahan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Pihak Kepolisian menyadari bahwa proses penangkapan dan hukum adalah kewajiban, namun terdapat kewajiban sosial dan psikologis yang jauh lebih besar bagi masyarakat.

    Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyoroti akar masalah yang seringkali membuat para pelaku terjerumus kembali atau mengulang perbuatannya. Menurutnya, alasan utama yang mendasari kondisi psikologis dan sosiologis mereka adalah kesulitan mencari pekerjaan, sulitnya mendapatkan kesejahteraan dan ketertinggalan dalam sumber daya di tengah kemajuan saat ini. “Mereka juga memilih putih, ingin bersih juga setelah menjalani hukuman. Tapi karena kesulitan berbagai hal ini membuatnya menjadi pelaku yang berulang lagi dan tersesat,” jelas Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Kamis (20/11/2025)

    Oleh karena itu, Kabid Humas Polda Jabar secara khusus menyampaikan seruan kepada pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kecamatan. Kombes Pol. Hendra Rochmawan meminta agar para pelaku ini tidak dianggap sebagai “orang-orang yang terbuang”, melainkan harus diperhatikan oleh semua pihak. Ia menekankan bahwa setelah selesai menjalani hukuman, hukum itu jangan selalu hitam bagi mereka. Peran pemerintah daerah sangat dinantikan untuk memastikan bahwa mereka memiliki kesempatan dan akses agar tidak kembali melakukan tindak pidana.

    Selain pemerintah, seruan juga ditujukan kepada para ulama dan pendidik agama. Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengajak mereka untuk tidak melihat para pelaku ini sebagai orang-orang yang selalu menyimpang dan tersesat. “Berilah mereka pertolongan. Berilah mereka doa, datang, berkunjung, dan sebagainya,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa para pelaku ini juga membutuhkan bimbingan agama, bukan hanya mereka yang berada di pondok pesantren atau tempat pendidikan formal, sehingga kebatinan mereka dapat kembali kepada Yang Maha Kuasa dan menjauhkan diri dari perbuatan haram.

    Polda Jabar bersama Kejaksaan, Hakim, dan Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) melaksanakan kewajiban dalam proses penegakan hukum dan pembinaan. Namun, Kombes Pol. Hendra Rochmawan berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam memberikan dukungan sosial dan psikologis yang besar bagi para pelaku. Keinginan mereka untuk menjadi pribadi yang baik itu selalu ada dan besar sekali, dan hanya dengan bantuan menyeluruh dari pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat, mereka dapat diajak untuk benar dan tidak kembali terjerumus dalam tindak pidana.

    Bandung, 20 November 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polda Jabar Tuntaskan Operasi Antik Lodaya 2025, 372 Tersangka Ditangkap, 68 Ribu Jiwa Terselamatkan

    Polda Jabar Tuntaskan Operasi Antik Lodaya 2025, 372 Tersangka Ditangkap, 68 Ribu Jiwa Terselamatkan

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil menorehkan prestasi luar biasa dalam upaya pemberantasan narkotika melalui Operasi Antik Lodaya 2025. Operasi yang dilaksanakan berdasarkan SPRIN/2990/XI/OPS.1.3./2025 ini berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 6 hingga 15 November 2025. Operasi ini berhasil mengamankan total 372 tersangka dan barang bukti narkotika senilai miliaran rupiah.

    Pengungkapan ini, menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menghasilkan nilai sebanding 1000% dari biaya operasional yang dikeluarkan negara, membuktikan komitmen bahwa negara harus hadir dan tidak boleh kalah dalam memberantas peredaran narkoba.

    Sasaran utama Operasi Antik adalah jaringan pengedar, bandar besar, serta pengguna narkoba di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

    “Selama pelaksanaan operasi, barang bukti yang berhasil disita sangat signifikan, menunjukkan besarnya skala peredaran di Jawa Barat. Total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 20 kg narkotika dalam berbagai jenis, serta 50 ribu butir pil. Secara terperinci, barang bukti yang disita meliputi Sabu-sabu seberat 1.456,83 gram , Ganja 15.125,12 gram , Ekstasi 124 butir , Tembakau sintesis 2.868,19 gram , Obat keras terbatas 48.570 butir dan Psikotropika 136 butir.” ujar Kombes Hendra, Kamis (20/11/2025)

    Dirresnarkoba Polda Jabar Kombes Pol. Albert RD., S.Sos., S.I.K., M.Si. menambahkan bahwa nilai total barang bukti yang berhasil disita di pasar gelap (black market) mencapai Rp 2,8 miliar. Keberhasilan ini diklaim mampu menekan potensi penyalahgunaan lebih dari 68 ribu kali penggunaan dan menyelamatkan sekitar setengah penduduk Jawa Barat.

    Dalam Operasi Antik Lodaya 2025, Polda Jabar tidak hanya berfokus pada kuantitas barang bukti, tetapi juga kualitas jaringan. Dari 372 tersangka yang diamankan, 37 tersangka merupakan target operasi (target ops antik) yang terbagi dalam 5 jaringan besar , sementara 335 tersangka non-target terbagi dalam 67 jaringan lainnya. Selain itu, jajaran Polda Jabar juga berhasil mengungkap tiga clandestine lab (laboratorium gelap) narkotika: lab peracik ganja, serta dua lab peracik tembakau sintetis di lokasi berbeda. Kombes Pol. Albert RD. menyampaikan bahwa jaringan yang terlibat dalam narkotika jenis sabu adalah jaringan internasional, sementara clandestine lab serta psikotropika dan ekstasi melibatkan jaringan dari dalam negeri.
    Kombes Pol. Albert RD. menegaskan komitmen untuk tidak memberikan ruang gerak sedikit pun di bumi Pasundan bagi para pelaku jaringan narkoba.

    Para tersangka dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 127 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman yang menanti para pelaku sangat berat, yaitu hukuman mati atau penjara seumur hidup, dengan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Kombes Pol. Albert RD. juga menambahkan bahwa dalam melaksanakan tugas, beberapa anggota sempat mengalami perlawanan dari tersangka yang menggunakan pistol rakitan jenis revolver dan golok, namun anggota tetap bertindak stabil dan terukur. Penyidik Sat Narkoba dan Direktorat Resesrse Narkoba Polda Jawa Barat bertindak sebagai saksi dan pelapor dalam kasus ini

    Bandung, 20 November 2025

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Upaya Pererat Sinergitas, Bhabinkamtibmas Bersama Lurah Cilendek Timur Sambangi Warganya

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Cilendek Timur Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar bersinergi bersama Lurah lakukan sambang kepada warga binaannya dalam rangka pererat tali silaturahmi sekaligus berikan himbauan kamtibmas.

    Hal itu sesuai dengan arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo agar anggota Polri hadir ditengah masyarakat berikan pelayanan prima.

    “Kami memang sudah rutin lakukan sambang bersama kelurahan sekaligus dalam upaya pererat sinergitas yang sudah terjalin selama ini,” ucap Kapolsek Bogor Barat Kompol R. Ariani, Kamis (20/11/2025).

    “Dengan bersinergi maka diharapkan akan lebih mudah menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” pungkasnya.

    Berlokasi di Wilayah RW 10 Kelurahan Cilendek Timur Bogor Barat, terlihat Bhabinkamtibmas Aiptu Endang bersinergi dengan Bapak Edi selaku Lurah Cilendek Timur sambangi warga binaannya dalam rangka pererat tali silaturahmi sekaligus berikan himbauan kamtibmas.

    Pada kesempatan ini Bhabinkamtibmas turut menyampaikan pada masyarakat untuk tidak terlibat dalam permainan Judi On Line maupun judi Off line, karena hanya akan menimbulkan kemiskinan, permasalahan, penyesalan dan kehancuran dalam keluarga.

  • Bhabinkamtibmas Kedung Waringin Laksanakan Patroli Kewilayahan dan Sambangi Warga Binaannya

    Kota Bogor- Anggota bhabinkamtibmas Kelurahan kedung Waringin Tanah Sareal melakukan patroli wilayah dan menyambangi warga binaannya di Kelurahan Kedung Waringin Kota Bogor.

    Hal tersebut sesuai dengan arahan dari Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Eko Prasetyo SH Sik MH agar keberadaan petugas bisa dirasakan oleh masyarakat.

    “Pada saat patroli kami menghampiri warga dan menyampaikan pesan kamtibmas”, ungkap Aipda Imam, Kamis ( 20/11/2025).

    Dalam kesempatan ini pihkanya menghimbau kepada masyarakat untuk bisa bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Dan dalam pelaksanaan nya pihaknya menyampaikan pesan Kamtibmas agar mereka lebih waspada dalam pelaksanaan tugas dilapangan.

  • Polsek Tanah Sareal Konsisten Laksanakan Operasi Miras

    Polsek Tanah Sareal Konsisten Laksanakan Operasi Miras

    Kota Bogor- Jajaran Polsek Tanah sareal Polresta Bogor Kota konsisten melaksanakan razia penjual minuman keras yang ada di wilayah hukum Polsek Tanah sareal.

    Hal tersebut menindaklanjuti perintah Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Eko Prasetyo SH Sik SH agar wilayah Hukum Polresta Zero miras.

    “Kami terus menerus melaksanakan operasi penjual miras, sampai titik zero dan tidak ada lagi penjual miras di wilayah Tanah sareal”, ungkap Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy, Kamis (20/11/2025).

    Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada masyarakat untuk terus memerangi penjual miras dan obat-obatan terlarang di wilayah Hukum Polsek Tanah sareal.

    Dalam pelaksanaannya langsung dipimpin oleh Pawas serta anggota Piket fungsi dan terus berkolaborasi dengan Sat pol PP guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan dan akan menyegel toko yang masih nekat menjual minuman keras.

    “Kami ingin menciptakan wilayah hukum Polsek Tanah sareal zero miras”, pungkasnya.

    Dengan dilakukan operasi miras ini akan dapat menurunkan angka kriminalitas dan juga tawuran.