Blog

  • Polresta Bogor Kota Ungkap Kasus Curanmor di Cimahpar, Tiga Pelaku Berhasil Diamankan

    Kota Bogor – Polresta Bogor Kota melalui Polsek Bogor Utara berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kp. Pasir, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Tiga remaja yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut berhasil diamankan beserta barang bukti.

    Peristiwa curanmor terjadi pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 02.45 WIB di teras rumah milik korban bernama AD. Sepeda motor Honda Scoopy warna putih-hitam dengan nomor polisi F 3135 EA diketahui hilang ketika korban keluar rumah dan mendapati kendaraannya sudah tidak berada di tempat. Diduga pelaku menggunakan kunci palsu atau kunci letter T untuk menjalankan aksinya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp13 juta.

    Berdasarkan penyelidikan dan analisis rekaman CCTV, Unit Reskrim Polsek Bogor Utara berhasil mengidentifikasi para pelaku, yaitu:

    J(17) – pelaku utama, warga Kelurahan Katulampa, Bogor Timur.
    G(17) – turut serta mendampingi pelaku utama saat melakukan pencurian.
    J(17) – menerima atau menyimpan motor hasil curian.

    Ketiganya berhasil ditangkap beserta barang bukti sepeda motor dan rekaman CCTV yang memperkuat dugaan keterlibatan mereka dalam tindak pidana tersebut.

    Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Bogor Utara menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat jajaran Polsek Bogor Utara dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah preventif dan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan warga. Terima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif memberikan informasi,” ujarnya.

    Saat ini ketiga pelaku telah diamankan di Polsek Bogor Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam memarkir kendaraan di rumah maupun tempat umum, serta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan.

  • Raimas Polresta Bogor Kota Amankan Sekelompok Pemuda yang Diduga Akan Melakukan Tawuran

    Kota Bogor – Respons cepat anggota Raimas Polresta Bogor Kota kembali membuahkan hasil dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam patroli malam yang dilakukan di wilayah Kota Bogor, petugas berhasil mengamankan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan aksi tawuran.

    Kecurigaan petugas muncul saat melihat sejumlah pemuda berkumpul di lokasi yang gelap dan sepi. Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota Raimas menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.

    Para pemuda tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Polresta Bogor Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga melakukan pendataan dan menghubungi pihak keluarga sebagai langkah pembinaan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

    Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., mengapresiasi kesigapan anggota Raimas dan menegaskan bahwa Polresta Bogor Kota akan terus meningkatkan patroli serta penindakan terhadap potensi aksi tawuran. Beliau juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Dengan upaya pencegahan ini, Polresta Bogor Kota berharap situasi kamtibmas tetap kondusif dan masyarakat dapat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari

  • Polresta Bogor Kota Amankan Sejumlah Minuman Keras dari Warung di Wilayah Kota Bogor

    Kota Bogor – Jajaran Polresta Bogor Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat dengan melakukan penertiban peredaran minuman keras di sejumlah wilayah. Dalam kegiatan yang digelar pada hari ini, anggota Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan beberapa botol minuman keras yang ditemukan di beberapa warung yang diduga menjualnya tanpa izin.

    Penindakan ini dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas yang sering kali berawal dari konsumsi minuman beralkohol. Petugas kemudian mendata pemilik warung dan memberikan pembinaan agar tidak lagi menjual minuman keras secara ilegal.

    Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin guna memastikan lingkungan Kota Bogor tetap aman dan kondusif. Polresta Bogor Kota juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan serta dengan melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran minuman keras ilegal di lingkungannya.

    Dengan adanya penertiban ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kota Bogor semakin terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

  • Korban TPPO “Kawin Kontrak” China, Reni Rahmawati, Berhasil Dipulangkan ke Jawa Barat

    Kota Bogor-Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat hari ini, Selasa, 18 November 2025, mengumumkan keberhasilan pemulangan Reni Rahmawati, warga Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus “kawin kontrak” di China. Kepulangan Reni disambut langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., di Mapolda Jabar, yang menegaskan komitmen Polda Jabar dalam memberantas kejahatan transnasional. Kapolda Jabar menyampaikan rasa syukur atas kembalinya putri Jawa Barat ini setelah “menghilang” sejak bulan Oktober, yang sebelumnya diperdaya oleh para tersangka melalui janji pekerjaan bergaji besar.

    Dalam pernyataan resminya, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menjelaskan bahwa Reni telah dijemput oleh dua anggota kepolisian di Guangzhou setelah berhasil diamankan dan ditolong oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sana. Proses pemulangan memerlukan koordinasi lintas instansi yang intensif antara Polda Jabar, Divhubinter Polri, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui diplomat KJRI, Imigrasi, serta DP3 AKB. Kapolda mengonfirmasi bahwa status Reni kini telah menjadi “orang bebas” setelah masalah hukum terkait pernikahan kontraknya dengan warga negara China di Kuangju, Fujian, berhasil diselesaikan.

    Kasus TPPO ini bermula dari janji pekerjaan sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dengan iming-iming gaji fantastis antara Rp 15 juta hingga Rp 30 juta. Namun, alih-alih dipekerjakan, korban justru dibawa ke rumah penampungan, dibuatkan dokumen paspor, dan dipaksa untuk melakukan “kawin kontrak” selama 10 hari dengan warga negara China, SDR. T.T.C., dengan mahar sebesar Rp 40 juta yang ternyata tidak dibayarkan penuh. Polda Jabar telah menetapkan dua tersangka utama, SDR. Y dan SDR. A, yang kini telah ditahan, sementara tiga tersangka lainnya, termasuk agen China SDR. L.K.S. Alias K.G., masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Reni Rahmawati, yang hadir bersama keluarganya, turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Jabar, diplomat KJRI, dan semua pihak yang terlibat dalam pemulangannya. Ia juga memberikan klarifikasi penting bahwa selama ia berada di sana, ia tidak mengalami pelecehan seksual maupun kekerasan fisik. Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat dan memberikan kepastian mengenai kondisi korban.

    Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemulangan Reni harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Jawa Barat agar tidak mudah terperdaya oleh tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas prosedur dan legalitasnya. Kepolisian Daerah Jawa Barat berkomitmen untuk terus memberantas TPPO dan membuka diri terhadap segala bentuk pengaduan masyarakat terkait dugaan kasus perdagangan orang, sebagai bentuk keseriusan aparat penegak hukum membela warga negara yang menjadi korban.

  • Polda Jabar Berhasil Pulangkan Reni Rahmawati, Korban TPPO “Kawin Kontrak” dari China — KJRI Guangzhou Apresiasi Langkah Cepat Kepolisian

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) berhasil memulangkan Reni Rahmawati, WNI asal Jawa Barat yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus kawin kontrak di Republik Rakyat Tiongkok. Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, yang menyampaikan penghargaan atas tindakan cepat dan kerja sama solid dari Kapolda Jawa Barat dan jajaran.

    Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Jabar, Selasa (18/11/2025) KJRI Guangzhou, Konsul Konsuler Indah Mekawati mengungkapkan bahwa sejak awal menerima laporan dari pihak kepolisian Indonesia, KJRI langsung melakukan langkah-langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan Reni.
    “Terima kasih kepada Polda Jabar, khususnya kepada Bapak Kapolda Jabar. Kami sudah mengikuti kasus ini sejak awal dari pemberitaan dan laporan kepolisian. Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan polisi Guangzhou dan Public Security Bureau Provinsi Fujian,” ujar Indah.

    Ia menjelaskan bahwa kerja cepat Polda Jabar memungkinkan KJRI segera melakukan pelacakan melalui aparat keamanan Tiongkok.
    “Seperti protap, kami meminta polisi setempat untuk melacak, melokasikan, dan memastikan keamanan warga negara kita. Informasi awal dari Polda Jabar sangat membantu mempercepat proses ini,” jelasnya.

    Pada 10 Oktober, Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, turut turun langsung untuk melakukan pertemuan dan negosiasi dengan keluarga suami Reni di Tiongkok. Upaya ini didampingi pejabat dari kantor urusan luar negeri Guangzhou, Fujian, dan tokoh daerah setempat.

    Namun proses negosiasi dengan beberapa pihak berlangsung cukup sulit, terutama karena Reni secara hukum telah tercatat menikah menurut sistem pernikahan resmi Tiongkok.
    “Negosiasinya cukup alot, karena secara resmi Reni memiliki buku nikah merah. Jadi menurut hukum Cina, ia adalah istri sah,” kata Indah.

    Ia juga meluruskan sejumlah pemberitaan yang sempat berkembang di Indonesia.
    “Reni tidak pernah diperlakukan dengan kekerasan atau menjadi budak seks. Ini penting diluruskan karena pemberitaan tersebut meresahkan masyarakat Guangzhou dan WNI di Tiongkok,” tegasnya.

    Di akhir pernyataannya, Indah kembali menyampaikan apresiasi besar kepada Polda Jabar atas sinergi lintas negara yang terjalin dalam penanganan ini.
    “Kami berterima kasih kepada Kapolda Jabar dan seluruh jajaran yang sigap, kooperatif, dan terus berkoordinasi dengan kami hingga Reni berhasil dipulangkan dengan selamat.”

    Keberhasilan pemulangan Reni Rahmawati menjadi bukti nyata komitmen Polda Jabar dalam memberantas TPPO serta melindungi warga Jawa Barat hingga ke luar negeri. Kasus ini juga menegaskan bahwa kerja sama antara aparat penegak hukum Indonesia dan perwakilan RI di luar negeri mampu menghasilkan penyelamatan WNI secara cepat dan efektif.

  • Kapolda Jabar Tinjau langsung rencana Pengamanan Milad ke-113 Muhammadiyah di Bandung.

    Kota Bogor-Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan bersama Karo Ops, dan PJU penting lainnya serta Polrestabes Bandung melaksanakan kesiapan pengamanan penuh pada kegiatan Konsolidasi Nasional dan Milad ke-113 Muhammadiyah Tahun 2025 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Kota Bandung.

    Kegiatan akbar yang mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” itu dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah, serta tamu VIP dan VVIP termasuk pejabat kementerian, duta besar, Kapolri, Panglima TNI, kepala daerah, hingga pimpinan organisasi masyarakat Islam.

    Milad ke-113 ini bukan hanya menjadi ajang peringatan sejarah lahirnya Muhammadiyah pada 18 November 1912, tetapi juga momentum konsolidasi dan akselerasi gerakan di tengah tantangan kebangsaan. Muhammadiyah menegaskan pentingnya kesejahteraan lahir dan batin yang berlandaskan spiritualitas, moralitas, serta pemerataan pembangunan.

    Berbagai rangkaian kegiatan mulai dari konsolidasi nasional, pameran UMKM, hingga resepsi puncak dipadati tidak hanya peserta resmi, tetapi juga masyarakat umum.
    Melihat besarnya antusiasme dan prediksi lonjakan pengunjung, Polda Jabar menerapkan pola pengamanan terpadu yang mengedepankan langkah preemtif dan preventif, diperkuat dengan deteksi intelijen serta kesiapsiagaan penegakan hukum bila ditemukan potensi tindak pidana.

    Kabid Humas Polda Jabar kombes Hendra Rochmawan Menambahkan bahwa pengamanan mencakup sterilisasi lokasi, pemeriksaan berlapis terhadap peserta dan tamu undangan, rekayasa lalu lintas, penempatan personel terbuka dan tertutup, hingga pengamanan rute tamu VIP maupun VVIP.
    Sejumlah kerawanan turut diantisipasi, termasuk membludaknya peserta melebihi kapasitas, potensi kemacetan, keberadaan pedagang kaki lima, kerawanan tindak pidana konvensional seperti copet dan curanmor, hingga potensi teror dan sabotase.

    Untuk menjamin kelancaran kegiatan, pengamanan juga diberlakukan pada area parkir, hotel akomodasi para tamu, titik-titik keramaian, big screen area, hingga jalur keluar-masuk kampus.
    Total 496 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari 245 personel Polda Jawa Barat, 190 personel Polrestabes Bandung, serta personel tambahan dari Polres Cimahi dan Polresta Bandung. Pengamanan dilengkapi dengan sarana prasarana pendukung berupa Pos Pengamanan, Pos Yan Kesehatan, dapur umum mobile, toilet mobile, hingga pusat kendali komunikasi dan media center.

    Kegiatan yang berlangsung sejak 16–18 November 2025 itu menampilkan berbagai rangkaian acara, mulai dari penyambutan peserta konsolidasi, penampilan seni budaya, pameran UMKM, hingga resepsi puncak Milad Muhammadiyah ke-113. Polda Jabar menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan berada di bawah kendali Kapolda Jawa Barat sebagai penanggung jawab, didukung Wakapolda, Karo Ops, serta jajaran fungsi intelkam, lalu lintas, reskrim, brimob, binmas, humas, TIK, dan dokkes.

    Dengan koordinasi yang solid antara Polri, TNI, panitia, serta instansi terkait lainnya, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama kegiatan berlangsung dapat terjaga dengan kondusif. Pengamanan ini menjadi bentuk dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kegiatan keumatan dan kebangsaan berskala nasional yang dihadiri ribuan masyarakat dari seluruh Indonesia.

  • Kabid Humas Polda Jabar : Tertib Berlalu Lintas, Cerminan Budaya Bangsa Beradab

    Kota Bogor-Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara resmi menggelar Operasi “Zebra Lodaya Tahun 2025” yang melibatkan jajaran Polres dan seluruh stakeholder terkait. Mengawali pernyataannya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., S.H., mengatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas. “Ingat, tertib berlalu lintas adalah cerminan budaya bangsa yang beradab. Tujuannya adalah agar mengurangi pelanggaran dan juga menurunkan laka lantas.” ungkapnya, Senin (17/11/2025)

    Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyoroti data kecelakaan yang masih mengkhawatirkan, meskipun telah terjadi penurunan. Ia menyampaikan rasa prihatin yang mendalam, menekankan bahwa “saat ini yang banyak menimbulkan korban jiwa adalah laka lantas.” Data tahun 2024 mencatat 9.050 kasus kecelakaan dengan korban jiwa sebanyak 3.451 orang dan kerugian material mencapai lebih dari Rp 22 miliar. Sementara pada tahun 2025, angka menurun menjadi 7.787 kasus, namun jumlah korban jiwa masih mencapai 1.936 orang, dengan kerugian material di atas Rp 21 miliar. Kabid Humas menekankan bahwa angka tersebut adalah data dari Jawa Barat saja, menunjukkan betapa krusialnya upaya penertiban ini.

    Operasi “Zebra Lodaya-2025” sendiri diusung “dengan bertema aman, nyaman, dan berkeselamatan.” Tema ini dipilih karena operasi dilaksanakan untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi kepadatan arus lalu lintas menjelang perayaan ibadah Natal dan liburan Tahun Baru. Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyatakan bahwa kepolisian hadir di jalan raya karena jumlah korban jiwa yang mencapai 1.900 lebih “itu bukan sedikit” dan tragedi ini banyak diawali dari pelanggaran lalu lintas.

    Menyikapi potensi pandangan negatif dari masyarakat, Kabid Humas secara khusus menyampaikan pesan rasa hati dari institusi Polri. “Kami berharap bahwa adanya suatu kedekatan kebatinan yang sama dengan kami semua bahwa tujuannya adalah untuk menurunkan laka lantas dan juga fatalitas korban jiwa,” jelasnya. Ia meminta masyarakat memaknai kehadiran petugas di lapangan secara positif. “Kehadiran kepolisian nanti di lapangan, kehadiran stakeholder yang lain di lapangan, itu bukan menimbulkan rasa benci, tetapi rasa bersyukur dari masyarakat. Bahwa kehadiran mereka ini adalah untuk mengingatkan, mengingatkan untuk memberikan dampak keselamatan,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Kombes Hendra menghimbau agar seluruh masyarakat dapat mengindahkan imbauan ini. Kabid Humas berharap upaya ini dimaknai sebagai suatu hubungan batin yang tulus dari kepolisian kepada masyarakat. Tujuannya hanya satu: untuk mencegah agar tidak terjadi korban kecelakaan yang lebih banyak lagi.

  • Polda Jabar Gelar Operasi “Zebra Lodaya-2025” Selama 14 Hari Jelang Nataru

    Kota Bogor-Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan “Zebra Lodaya-2025”, yang dimulai pada hari Senin, 17 November 2025. Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolda Jabar bertujuan untuk mengecek kesiapan seluruh personel sebelum pelaksanaan operasi di wilayah hukum Polda Jabar. Operasi ini merupakan upaya Polri, khususnya Polantas, bersama instansi terkait untuk menjaga keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta menurunkan titik kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas, sejalan dengan amanat Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengatakan bahwa Operasi “Zebra Lodaya-2025” akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jabar dan Polres jajaran. Secara khusus, operasi ini dilaksanakan dalam rangka Cipta Kondisi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Hari Raya Natal Tahun 2025. Sebanyak 2.088 personel dilibatkan, terdiri dari 520 personel Satgas Polda Jabar dan 1.568 personel Satgasres jajaran.

    “Tema yang diusung dalam Operasi “Zebra Lodaya-2025” adalah “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops ‘Lilin Lodaya-2025’”. Target utama operasi ini adalah berkurangnya fatalitas korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) dan pelanggaran lalu lintas, serta meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Sasaran operasi meliputi segala bentuk potensi gangguan (PG), ambang gangguan (AG), dan gangguan nyata (GN) yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.” ujar Kapolda Jabar, Senin (17/11/2025)

    Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan kegiatan di bidang Harkamtibmas Lantas dengan perpaduan strategi Preemtif (40%), Preventif (40%), dan Represif (20%) yang humanis. Untuk tindakan represif (penindakan), Kapolda Jabar menekankan penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebesar 95% dan hanya 5% penindakan manual. Personel yang bertugas di lapangan juga diminta untuk selalu mengutamakan keselamatan, melaksanakan edukasi tertib berlalu lintas, dan menghindari tindakan kontraproduktif serta sikap arogan, sehingga kehadiran Polantas dapat dirasakan oleh masyarakat.

    Di akhir amanatnya, Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., berharap seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan baik demi terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif. Operasi ini mencakup seluruh wilayah hukum Polda Jabar, baik pada ruas jalan tol maupun jalan arteri yang menjadi tanggung jawab fungsi Lalu Lintas Polri. Para perwira juga ditekankan untuk melaksanakan fungsi pengawasan dan pengendalian yang melekat dan berjenjang di lapangan.

  • Sabhara Polsek Tanah Sareal Rutin Patroli Perumahan untuk Perkuat Keamanan Warga

    Kota Bogor – Anggota Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota melaksanakan patroli rutin ke sejumlah perumahan yang berada di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., terkait pentingnya pengamanan obyek vital dan lingkungan pemukiman.

    “Kegiatan ini kita lakukan secara rutin untuk berkolaborasi dengan satpam perumahan dalam menjaga keamanan,” ujar Ipda Khawasi, Selasa (18/11/2025).

    Dalam pelaksanaannya, personel Sabhara berkoordinasi dengan petugas satpam dan petugas jaga perumahan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Patroli ini juga bertujuan memberikan rasa aman kepada warga, terutama bagi mereka yang menyimpan kendaraan di area parkir perumahan.

    Dengan kehadiran polisi di lingkungan pemukiman, diharapkan masyarakat semakin merasa nyaman dalam beraktivitas serta terhindar dari potensi gangguan kamtibmas

  • Polsek Tanah Sareal Intensif Gelar Operasi Miras, Targetkan Wilayah Zero Minuman Keras

    Kota Bogor – Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota terus konsisten melaksanakan operasi terhadap penjual minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.M., yang menegaskan komitmen Polresta untuk mewujudkan wilayah zero miras.

    Kapolsek Tanah Sareal Kompol Doddy menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan secara berkelanjutan.
    “Kami terus menerus melaksanakan operasi penjual miras sampai benar-benar mencapai titik zero dan tidak ada lagi penjual miras di wilayah Tanah Sareal,” tegasnya, Selasa (18/11/2025).

    Operasi miras ini merupakan bentuk perhatian Polsek Tanah Sareal kepada masyarakat dalam memerangi peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang yang dapat memicu berbagai tindak kriminal.

    Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipimpin oleh Pawas bersama anggota piket fungsi, serta melibatkan Satpol PP sebagai bentuk kolaborasi untuk memperkuat tindakan di lapangan. Toko yang masih nekat menjual minuman keras akan disegel sesuai ketentuan.

    “Kami ingin menciptakan wilayah hukum Polsek Tanah Sareal benar-benar zero miras,” tambah Kapolsek.

    Dengan adanya operasi miras yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan ini, diharapkan dapat menekan angka kriminalitas, tawuran, serta gangguan kamtibmas lainnya di wilayah Tanah Sareal.